(Jakarta 21/12) - Konsep Karnus mengadakan acara Seminar Nasional dengan tema “Gerakan Kesadaran Nasional Berhaji dan Mampu, Strategi Mewujudkan Jemaah Istitha’ah Melalui Konsep karnus” yang diadakan di Menara 165 Jakarta pada hari Kamis tanggal 21 Desember 2023. Seperti yang disampaikan oleh Founder Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo, STP, bahwa Konsep Karnus ingin berkontribusi pada penyembuhan semua penyakit yang diderita jemaah haji dengan mengembalikan kinerja tubuhnya sesuai aturan Allah SWT.
"Jemaah haji yang istitha'ah hanya akan terwujud apabila semua penyakit pada tubuh jemaah haji diarahkan menuju kesembuhan" tegasnya.
Seminar ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Dan Umroh Kemenag RI Dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) yang bekerja sama dengan Ikatan Pembimbing Haji Dan Umroh Indonesia (IPHUIN) dan Asosiasi Haji dan Komunitas Masyarakat Haji. Acara seminar nasional ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai pengurus KBIH dan KBIHU seluruh Indonesia baik secara offline maupun online.
Acara ini juga dihadiri oleh banyak tokoh nasional yang menjadi stakeholder dalam penyelenggaraan haji di Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang hadir tersebut diantaranya adalah Dr. KH. Arsyad Hidayat Lc. (Direktur Bina Haji Kemenag RI), Dr. H. Indra Gunawan dari BPKH RI, Dr. H. Ade Marfuddin, MM.C.A.H (Ketua Umum DPP-IPHUIN), Dr (HC) Ary Ginanjar (Founder ESQ), Drs. H Cepi Supriyatna, Msi (Sekjen FK-KBIHU) dan H. Farid Al Jawi (Sekjen AMPHURI).
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IPHUIN, Dr. H. Ade Marfuddin, MM.C.A.H, mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya seminar tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran jemaah mengenai pentingnya sehat jasmani dan rohani sebelum menjalani ibadah haji, sehingga terwujud jemaah haji yang istitha’ah.
Dr. H. Ade Marfuddin, MM.C.A.H mengingatkan kepada para pengurus KBIHU yang hadir, bahwa ribuan jemaah haji yang berangkat ke tanah suci merupakan tanggungan dari para KBIHU yang memberangkatkannya. Oleh karena itu, para pengurus KBIHU dihimbau agar ikut bertanggung jawab terhadap segala persiapan kesehatan fisik para jemaahnya sehingga jemaah bisa sehat selama berada di tanah suci.
“Perlu adanya gerakan masif untuk mewujudkan jemaah istitha’ah. Jemaah haji yang berangkat adalah tanggung jawab KBIHU, sehingga KBIHU harus jadi yang terdepan untuk mendukung tercapainya jemaah haji yang istitha’ah” ujarnya.
Sekjen FK-KBIHU, Drs. H. Cepi Supriyatna, M.Si juga mendukung pernyataan tersebut. “Kebijakan pemerintah saat ini sudah berubah dan mengedepankan istitha’ah. Kalau dulu jemaah haji bisa melunasi haji baru mengurus istitha’ah, tapi sekarang jemaah haji harus istitha’ah dulu baru bisa melakukan pelunasan” ungkapnya. Beliau sangat mendukung dan menguatkan kebijakan pemerintah tentang haji istitha’ah sebagai syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2024.
“Informasi dari Kementerian Agama, sekitar 70% dari jemaah haji Indonesia berafiliasi ke KBIH, maka 70% jamaah haji tersebut menjadi tanggung jawab KBIH. Kalau 70% jemaah hajinya mardud, mardud juga KBIH nya. Kalau semua jemaah mabrur, insyaAllah berkah bagi KBIH” lanjutnya.
Narasumber lainnya yang turut berpastisipasi dalam seminar ini adalah DR. (HC) Ary Ginanjar, seorang motivator ulung yang namanya sudah banyak dikenal di pelosok negeri. Beliau adalah Pelopor dari konsep ESQ. Pada kesempatan ini, beliau memberikan wawasan tentang energi positif dan negatif yang mempengaruhi keberhasilan haji istitha’ah. Selain persiapan fisik, menggiring energi dan pikiran agar selalu positif juga sangat diperlukan demi menjalani ibadah haji dengan baik, jemaah sehat dan tercapai haji mabrur.
Sementara itu, Direktur Bina Haji, Dr. KH. Arsyad Hidayat. Lc mengatakan bahwa istitha’ah kesehatan menjadi syarat wajib dan sah ibadah haji. Beliau mengapresiasi rencana penerapan Konsep Karnus sebagai upaya menjadikan jemaah haji istitha’ah. “Jemaah haji yang berangkat harus mampu, baik secara finansial maupun secara kesehatan”
Dari stakeholder keuangan haji, Dr. H. Indra Gunawan (BP-BPKH) juga turut memperkuat dan sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh Konsep Karnus. Beliau mengatakan bahwa langkah nyata yang dilakukan Konsep Karnus dalam mewujudkan istitha’ah kesehatan para jemaah haji akan berdampak positif pada pengelolaan keuangan haji. Selama ini alokasi keuangan dana haji banyak terserap pada masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan banyaknya jemaah haji yang mengalami sakit baik semenjak di tanah air maupun selama berada di tanah suci. Apabila masalah kesehatan para jemaah haji tidak terselesaikan dengan baik, maka dana haji akan semakin tergerus banyak. Akibatnya akan membebani para calon jemaah haji karena biaya haji akan meningkat.
Dalam wawancara singkat, Iwan Benny Purwowidodo, STP selaku Founder Konsep Karnus menyampaikan harapannya melalui seminar ini.
"Harapan kami adalah semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan algortima Allah SWT yang disematkan pada tubuh manusia, sehingga bisa memutus rantai penyakit untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan beriman kepada Allah SWT" pungkasnya. Beliau juga berencana untuk terus berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkait guna memperluas dampak positif dari Konsep Karnus, khususnya untuk mewujudkan jemaah haji yang istitha'ah.

