Allah SWT telah menjadikan Ka’bah sebagai  tempat untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah.   Kesanalah umat islam dari seluruh penjuru dunia yang jumlahnya sampai jutaan, melakukan perjalanan jauh. Mereka berkumpul di kota mekkah tempat ka'bah berada, di musim haji, untuk menunaikan ibadah haji di Baitullah.

Ka’bah adalah kiblat umat islam dari seluruh penjuru dunia. Merupakan bangunan ibadah pertama yang dibangun oleh Nabi Adam AS, kemudian di perbaiki dan ditinggikan kembali pondasinya oleh Nabi Ibrohim dan putranya Nabi Ismail AS.  Setelah itu Ka’abah menjadi tempat yang diberkahi oleh Allah SWT dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat Islam. Allah SWT berfirman:

Quran Surat Ali Imron 96

Kota Mekkah  tempat ka’bah berada memiliki suhu cuaca yang berbeda dengan tanah air kita.  Suhu udara di kota mekkah, berkisar antara 19 0C sampai 46 0C, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Musim dingin berada di bulan Desember, Januari dan Februari,dengan suhu berkisar antara 19-20 0C, sedangkan musim panas berada di bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September dengan suhu di atas 40 0C.  Pada musim apa ibadah haji biasanya dilaksanakan?

Waktu pelaksanaan haji biasanya berada dalam puncak musim panas, yang suhunya bisa mencapai 46 0C. Meskipun suhu udaranya tinggi namun kelembabannya rendah sehingga Jemaah haji asal Indonesia akan merasakan dampak panas yang luar biasa saat berada di kota Mekkah pada musim haji.  Beraktifitas pada suhu panas ekstrim bisa berdampak kurang baik pada kondisi kesehatan tubuh, diantaranya terjadinya penurunan aktifitas tubuh dan peningkatan risiko terserang penyakit akibat suhu panas (heat illness), seperti terkena heat cramps, heat syncope, dan heat stroke.

Heat cramps merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya peningkatan panas tubuh. Kondisi ini memiliki gejala berupa rasa nyeri dan kejang pada kaki, perut dan tangan, disertai banyak mengeluarkan keringat. Kondisi heat cramps terjadi karena ketidakseimbangan cairan dan garam selama melakukan kerja fisik yang berat di lingkungan yang panas.

Heat syncope adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami pingsan atau hampir pingsan karena paparan suhu panas dalam jangka waktu tertentu, terutama pada seseorang yang berdiri dengan satu posisi selama jangka waktu tertentu di bawah teriknya sinar matahari. Namun, kondisi tersebut dapat terjadi di lingkungan yang hangat. Posisi berdiri dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan darah berkumpul di bagian bawah tubuh dan sulit untuk kembali menuju bagian atas tubuh, terutama otak. Dengan demikian akan menyebabkan terjadinya peurunan kesadaran dan pingsan.

Heat stroke adalah kondisi yang terjadi saat tubuh terkena panas tingkat tinggi di luar toleransi tubuhnya, sehingga tubuh sudah tidak mampu lagi untuk mendinginkan dirinya sendiri. Suhu tubuh akan meningkat drastis bisa  mencapai lebih dari 40 0C sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan kerja jantung dan otak.  Heat Stroke sangat berbahaya karena bisa mengancam jiwa atau kematian.

Dengan memahami bahaya akibat paparan panas ekstrim saat menjalankan ritual ibadah haji, diharapkan Jemaah haji bisa mempersiapkan diri untuk mengantisipasi bahaya tersebut, dengan mengatur jadwal aktivitas pelaksanaan ibadah haji disesuaikan dengan kondisi lingkungan, supaya terhindar dari bahaya paparan suhu  panas lingkungan yang ekstrim tersebut, seperti dengan memilih jam aktivitas ritual. Tips lainnya adalah dengan mengkonsumsi air minum secukupnya agar terhindar dari dehidrasi, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) haji selama di tanah suci (terutama untuk mencegah dari sengatan panas),dan segera berkonsultasi dengan tim medis apabila mendapatkan gejala stres atau gangguan kesehatan lainnya,  sewaktu menjalankan ritual ibadah haji. Selain itu, yang tak  kalah penting lagi, Jemaah haji asal Indonesia dituntut untuk memiliki kondisi tubuh yang sehat dan kuat, bebas dari penyakit degenerative seperti diabetes, hipertensi dan lainnya  sehingga bisa mudah bersabar dan Ikhlas saat menjalankan ritual ibadah haji di tanah suci. Bagi jemaah haji yang mengidap penyakit generatif diusahakan untuk melakukan terapi penyembuhan penyakit generatif seperti dengan mengikuti program istitha'ah Konsep Karnus.